Kamis, 29 Mei 2014 0 komentar

The Liebster Award

 



Haiii, aku mau cerita nih. Awalnya lagi lihat2 twitter nih, eh ada tweet @nadhirarini tentang The Liebster Award kata yang menarik dan cukup bikin penasaran di klik deh, dan emang sebelumnya juga penggemar blog nya dhira, jadi suka ngintip – ngintip dikit. Soalnya suka banget kalau baca cerita – cerita orang yang lagi di luar negeri, jadi terinspirasi gitu deh. Terimakasih Nadhira Arini udah menjadi blog yang menginspirasiku dan ikutan The Liebster Award deh akhirnya soalnya ada plus plusnya bakalan dapet postcard dari jerman. :)
Ya udah langsung aja deh, ini dia aturannya
  1. Post award ke blogmu (gambar logo di atas)
  2. Bilang makasih ke blogger yang ngenalin award ini & link back ke blognya
  3. Share 11 hal tentang dirimu
  4. Jawab 11 pertanyaan yang diberikan ke kamu
  5. Pilih 11 blogger lainnya dan kasih mereka 11 pertanyaan yang kamu mau
*11 hal tentang arin
  1. Aku suka ngeDJ (NgeDesign Maksudnya), design apa aja sih tapi kebanyakan ngedesign spanduk, baligho, pin, sticker, sama kaos plus jaket juga udah pernah bikin, buat acara – acara kampus gitu deh. Sekalian Promosi
  2. Sebenarnya pengen bisnis kayak percetakan gitu biar hasil karyaku menghasilkan uang juga
  3. Ga suka nabung, soalnya disimpen juga ga ada artinya ga bakalan nambah – nambah mending di investasiin
  4. Suka nulis juga, belajar dikit – dikit nulis di blog 
  5. Punya ciri khas Jargon “Aaaannntusias”. Antusias jargon yang udah cukup terkenal di kalangan anak kelas BARCA (Barudak Kelas A)
  6. Bisa dibilang pencemas
  7. Suka dengerin Musik Positif, music yang dapat menginspirasi sama membangkitkan semangat
  8. Ngga bisa pake kerudung yang berbelit – belit kayak musim sekarang kerudung Hijabers
  9. Lagi kena virus Korea, soalnya nonton terus drama korea
10. Ngga bisa berhenti kalau lagi nonton drama korea 
11. Pendiam kalau sama orang yang baru kenal

Ini pertanyaan dari Dhira, kasih tahu ga yaaa
  1. Kenapa kamu suka nulis? Ingin menginspirasi banyak orang, meskipun baru belajar nulis yang produktif. Biar kisah kita abadi sepanjang zaman dan ilmu yang kita selipin dalam tulisan kita bisa terkenang sepanjang masa.
  1. Klo orang nulis namamu di google, kamu maunya muncul di mesin pencari google sebagai apa? Penulis Buku Best Seller plus creative inspirator
  1. Seandainya uang di kantongmu cuma tersisa 10 ribu rupiah, mau dipake buat apa?
Cari gambar buat diwarnai Misalnya: gambar yang disukai anak SD kaya Hello Kitty dll. di google yang biasa dijualin sama emang – emang di SD. Terus gambar tersebut di print dan di foto copy yang banyak terus gambar tersebut dijualin deh. Cukup 10 ribu buat modal awal
  1. Hal unik tentang dirimu yang menurutmu beda dari orang lain itu apa?
Kata Antusias saat Presentasi di kelas, dengan gerakan khas kepalan tangan dengan penuh semangat ngucapinnya. Aaaanntusiass
  1. Klo cari calon suami atau istri, pengennya yang kayak gimana?
Orang yang paham agama itu pastinya yang pertama, kriteria2 lainnya itu plus – plus nya, yang sama – sama suka nulis juga boleh soalnya punya cita – cita bikin buku bareng sama suami
  1. Hal apa yang kamu lakuin, klo lagi patah semangat? Dengerin Musik Positif sama Nonton Film
  1. Sukses itu menurutmu kayak gimana sih?
Sukses itu relative, menurut saya “Sukses itu kamu bisa melewati hari ini lebih baik dari hari kemarin”
  1. Seandainya, kamu punya uang 100 juta rupiah, uangnya mau dipake buat apa?
Bikin Lembaga Pendidikan sama Perpustakaan Umum
  1. Hal apa yang pengen kamu lakuin banget bersama keluarga intimu (ayah, ibu, adik, kakak)?  Pergi Umroh sama Haji bareng keluarga
  2. Menurutmu, kamu bisa membahagiakan orang tuamu dengan cara apa?   Membuat sebuah karya yang bisa dibanggakan, kepersembahkan sebuah buku karya sendiri untuk orang tuaku
  3. Ceritanya, saya (dhira) sama kamu menang tiket jalan-jalan berdua bareng. Di tiketnya terserah mau kemana aja. Kira-kira kita mau pake tiket jalan-jalannya kemana nih? (disebutin alesannya, yaa) Ke Jepang bareng Dhira, selama ini lihat bunga sakura di fotonya aja, pengen dong ngerasain musim semi di jepang  lihat bunga sakura yang bermekaran di foto langsung dan megang langsung Bunga sakura, Indah banget. Dan ingin merasakan bersepeda di Jepang

*11 pertanyaan dari Arin, buat dijawab sama orang yang aku timpuk - timpuk blognya
- Ceritakan kenapa kamu bikin Blog?
      - Siapa tokoh Idola kamu yang kamu jadiin sebagai Modelling ? 
      - Apa moto hidupmu ? 
      - Apa yang bisa kamu berikan untuk Negara kita tercinta Indonesia ?
      - Tempat apa yang paling kamu sukai di Indonesia ?
      - Negara mana yang ingin kamu kunjungi ?
      - Apa yang ingin kamu capai di Tahun 2014 ini ?
      - Buku apa yang paling membuatmu berkesan ?
      - Aktivitas apa aja yang biasa kamu lakukan di waktu libur sekolah/kuliah/kerja?
      - Aktivitas apa aja yang kamu lakukan saat menunggu seseorang ?
      - Sebutkan 3 orang yang paling kamu cintai ?

Ini Ceritaku, Apa Ceritamu ?
-          http://ismimei.tumblr.com/
-          http://anisnurlaela.com/
-          http://nazlavieka.blogspot.com/
-          http://aikhusnul.blogspot.com/
-          http://adamwedin.blogspot.com/



0 komentar

Kita dalam Cerita (3)


Banyak cerita yang akan mengisi lembaran kehidupan kita selama  kuliah di kampus  ini, memakai setelan kemeja hitam putih dipadukan dengan blazer hitam dan sepatu pantopel adalah dunia kami di fakultas psikologi, setelan yang berbeda dengan jurusan lainnya di kampus kami, seakan – akan kami mempunyai ciri khas tersendiri karena memakai baju setelan ala sales kalau anak – anak bilang, mungkin itu sekelumit aturan yang kami dapatkan dari fakultas, ketentuan – ketentuan yang harus kami jalankan sebagai calon ilmuwan psikologi. Aturan tetap aturan, tapi bukankah aturan untuk dialnggar ? (cukup dijawab dalam hati) tidak sedikit mahasiswa yang melanggar aturan – aturan tersebut, mungkin bagi sebagian orang aturan tersebut cukup mengekang dan bahkan dengan sengaja melanggar aturan yang telah disepakati oleh pihak dosen. Aturan dilanggar, nilai pun berbicara, tak sedikit orang yang tidak lulus mata kuliah tersebut karena melanggar aturan aturan yang telah ditetapkan. Tapi menurut saya masa mahasiswa itu masa yang begitu bergelora untuk berekspresi, masa – masanya ingin mencoba hal – hal baru, trial and error, tapi aturan tetap aturan adakalanya hidup kita bisa berjalan  mulus dengan mengikuti aturan tersebut, tapi terkadang aturan – aturan tersebut membuat kita kaku dan tidak fleksible dalam menjalani kehidupan. 

Tapi dosen pun membuat aturan bukan tanpa maksud, toh hidup kalau tanpa aturan pun ga bakalan bener. Karena kita terpenjara oleh system yang ada, mau tidak mau kita harus mengikuti sistem tersebut.
Psikodiagnostik merupakan salah satu dasar ilmu pengetahuan psikologi, tentunya sudah pasti di setiap fakultas psikologi ada mata kuliah tersebut. Di kampus kami mata kuliah tersebut dibarengi dengan praktikum, jadi kita dituntut untuk bisa mengaplikasikan teori yang sudah dijelaskan di kelas dalam praktikum di laboratorium. Jika jurusan biologi objek penelitiannya hewan ataupun tanaman – tanaman, maka objek penelitian mahasiswa psikologi adalah manusia. Setiap kali praktikum psikodiagnostik I-VI kita harus membawa OP (objek penelitian) sesuai dengan Psikodiagnostik (dibaca: PD) yang sedang kita ambil, adakalanya kita menjadi pencemas di detik – detik terakhir pengumpulan surat pernyataan (SP) karena belum mendapatkan OP. bisa jadi pencemas lagi dikala pas hari H praktikumnya si OP belum datang juga padahal waktu praktikum udah mau dimulai. Was – was dag dig dug itulah yang dirasakan hampir di setiap praktikum.

Awalnya saya berpikir ketika memasuki praktikum pertama kebayangnya ribet dan ternyata lega sekali kalau udah dijalanin mah tanpa was – was lagi. Sebetulnya pikiran kita yang membuat sesuatu itu menjadi rumit, kalau saja mindset dari awalnya mudah pasti akan mudah juga. Alhamdulillah setiap praktikum selalu diberi kemudahan, walaupun tak lepas dari feedback-an pembimbing tentang penampilan kita selama praktikum. Laporan pun tak pernah ada yang sempurna selalu ada cacat di mata pembimbing, dan mungkin itulah alasan kita harus selalu menjadi lebih baik dari praktikum sebelumnya karena toh udah di feedback kesalahan – kesalahan kita yang sebelumnya, jangan jatuh ke lubang yang sama.
Berharap smester ini adalah praktikum terakhir mata kuliah tersebut. Mudah – mudahan rasa lelah ini setiap kali mencari OP karena panas – panasan, uang yang keluar juga tidak sedikit, mudah – mudahan tergantikan dengan nilai yang memuaskan dan bisa lulus mata kuliah ini. #Wish

Selasa, 27 Mei 2014 0 komentar

Kita dalam Cerita (2)

Awalnya memang kita tidak saling mengenal, bahkan bercanda pun masih kaku dan canggung, keberanian untuk saling menyapa pun terkadang tergantikan oleh rasa malu untuk saling menyapa teman satu almamater. Setelah kita melewati masa orientasi maka candaan pun tak tanggung - tanggung, sikap share and care pun mulai terjalin, persahabatan itu pun mulai terasa diantara kita.
Dunia kampus itu begitu luas, beragam latar belakang dan budaya yang mewarnainya, bahkan dunia kampus itu begitu kejam dikala tidak bisa menghadapinya. Satu persatu memilih mundur dari barisan dan tidak sedikit juga yang memilih untuk maju terus padahal itu bukan jurusan yang diinginkan, dan tidak sedikit juga yang memilih untuk terus bertahan walaupun nilai di ujung tanduk, dan ada juga yang terus berada di jalurnya meraih beragam prestasi akademik dengan IPK tertinggi.
Siapa kuat dia bertahan, bergerak mengikuti arus perkembangan kampus yang semakin ekstream dengan jadwal kuliah yang semakin padat atau diam dan akhirnya tertinggalkan atau malah mundur keluar dari jalur yang semestinya. So semua itu pilihan.
Dan akhirnya yang menjadi pemenang adalah yang bertahan, tak terasa 3 tahun kita bersama, akan ada cerita yang mewarnai kekosongan hati dan pikiran kita di suatu saat nanti.

0 komentar

Kita dalam Cerita

Langit cerah pun mewarnai sore kita hari ini, baju warna – warni yang kita pakai hari ini pun mewarnai suasana hati yang semakin tercerahkan oleh Ilmu yang diberikan oleh dosen. Keringat yang kami teteskan hari ini semoga tergantikan oleh impian yang menjadi kenyataan di hari esok.
Berangkat pagi di saat mentari cerah datang menyinari kita dan pulang disaat mentari itu mulai terbenam ke peraduannya. Semoga setiap langkah yang  kita niatkan untuk mencari ilmu dapat menjadi amal sholeh bagi kita, semoga kita tetap bisa terus melangkah maju menuju ujung jalan sana karena di ujung jalan sana banyak yang menanti kesuksesan kita, semoga kita tetap bisa berada di jalanNya sampai akhir menemukan ujung suatu jalan kehidupan.
Mendapatkan gelar S.Psi, mungkin menjadi suatu kebanggaan bagi diri kita dan orang – orang yang menanti kesuksesan kita. Tapi dapat mengamalkan ilmu yang kita dapatkan selama perkuliahan itu menjadi sesuatu yang lebih penting, karena sesungguhnya kehidupan mahasiswa sebenarnya adalah masa dimana kita sudah terlepas di dunia kampus dan kita terjun berbaur dengan masyarakat dan lingkungan sosial lainnya.
So terus lah melangkah sampai di tahun 2015, mungkin setelah itu kita akan bertemu lagi dikampus yang berbeda dan itu akan menjadi skenario terindah dalam hidupku jika kita bertemu kembali dalam lingkaran almamater yang berbeda.     


Jumat, 21 Februari 2014 2 komentar

Self



Siapa Saya ?
Who am I ?
Siapa diri kita ?

“Self” “Diri” satu kata yang sering muncul dalam sepanjang kehidupan kita. Tapi, apakah kita sudah mengenal diri kita ? Mungkin untuk menjawab pertanyaan yang satu ini perlu berpikir keras dan kalaupun kita menjawabnya akan ada keraguan ketika kita menjawabnya.
Terkadang saya juga bingung ketika mau menjawab “Siapa saya ?” “Who am I ?”
Tertarik dengan buku tebal yang bertuliskan Psikologi Sosial yang bertumpuk rapi di lemari perpusatkaan fakultas psikologi, buku ini seperti yang jarang terjamah oleh para penghuni perpus ini, soalnya buku yang berjumlah 718 halaman ini masih rapih dan bersih, masih enak dipandang. Saya meminjam buku ini pun karena beralasan untuk saat ini saya sedang membutuhkan referensi yang mendukung untuk Proposal (baca: usulan penelitian) yang akan saya ajukan yang berhubungan dengan Psikologi Sosial, mungkin jika tidak karena alasan itu saya tidak akan memegang buku ini satu kali pun.  Karena untuk dibawa – bawa keman – mana pun cukup membuat tangan ini pegal.
Setelah mencari bab yang dimaksud sebagai referensi, ketika melihat Daftar Isi ada yang bertuliskan bab berjudul “Diri”. Satu kata yang membuat saya tertarik untuk membacanya, karena saya sering menyebut – nyebut kata itu tapi saya sendiri bingung sebetulnya apa yang dimakasud “Diri” itu.
Diri itu ternyata keyakinan yang kita pegang tentang diri kita sendiri. Jadi apapun yang kita lihat diri kita dari sudut pandang mana pun maka itu diri kita, diri kita tergantung kita memandang bagaimana diri kita. Ketika kita memandang diri kita positif maka hasilnya pun positif, sebaliknya ketika kita memandang diri kita negative. Seperangkat keyakinan tentang diri kita sendiri dinamakan konsep diri (self-concept).
Persepsi kita tentang diri tergantung kita menilai diri kita dan tergantung bagaimana kita memandang diri kita itu seperti apa. Hasil evaluasi tentang diri kita sendiri dinamakan self esteem (penghargaan diri)
Orang yang mempunyai self esteem yang tinggi maka self concept nya pun jelas, mempunyai tujuan yang pasti, sebaliknya orang yang mempunyai self esteem yang rendah maka self concept nya pun belum jelas, tidak mempunyai tujuan yang pasti.
Identitas diri kita akan berkembang sepanjang hidup kita, masa transisi dari anak – anak ke remaja, remaja ke dewasa awal adalah masa – masa pemahaman diri karena kesatuan identitas dan perubahan itu yang dapat menambah tentang pemahaman diri kita.
Kita dapat pengetahuan tentang diri kita berawal dari sosialisasi. Sosialisasi membentuk kita mendapatkan pengalaman awal dalam kehidupan kita yang dapat diinternalisasikan dalam konsep diri. Looking glass self yaitu orang memandang diri mereka sebagaimana orang memandang dan merespon mereka. Persepsi kita tentang bagaimana orang lain bereaksi terhadap kita dinamakan reflected appraisals (evaluasi diri berdasarkan persepsi dan evaluasi dari orang lain).
Yakinlah dengan diri kita sendiri karena yang tahu tentang diri kita yaa diri kita sendiri. Terkadang orang lain hanya melihat kita dari satu sudut pandang saja tanpa melihat sudut pandang yang lainnya, pandangan mereka itu relative dan terkadang apa yang mereka nilai dari diri kita adalah dari perilaku yang Nampak dari luar, mereka tidak mengetahui diri kita dari dalam. Terkadang perkataan mereka membuat kita berpikir dua kali tentang diri kita, apakah benar apa yang dikatakan mereka tentang diri kita ? padahal yang tahu tentang diri kita ya diri kita sendiri. Penilaian yang pedas dari mereka yang bahkan hanya sekilas mengenal kita dapat menurunkan rasa harga diri kita dalam sekejap. Maka keyakinan tentang diri kita sendiri itu sangat penting, kita harus mempunyai Konsep Diri (Self Concept) yang Jelas dan Self Esteem yang Tinggi.
Terkadang lisan seseorang itu dapat mematikan kita dalam sekejap. Tetapi ketika kita mempunyai perisai untuk menjaga diri kita maka tak akan mudah mereka menghancurkan harga diri kita. Karena kita yakin akan Diri Kita Sendiri.
 
 
;