Kamis, 26 Mei 2011 0 komentar

Peristiwa Subuh - Raihan

Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi
Berkumandang suara adzan
Mendayu memecah sepi
Selang seli sahutan ayam

Tetapi insan kalaupun ada hanya
Mata yang jelek dipejam lagi
Hatinya penuh benci
Berdengkurlah kembali

Begitulah peristiwa di Subuh hari
Suara insan di alam mimpi

Ayo bangunlah tunaikan perintah Allah
Sujud mengharap keampunanNya
Bersyukurlah, bangkitlah segera
Moga mendapat keridhoannya

Begitulah peristiwa di Subuh hari
Setiap pagi, setiap hari

Minggu, 15 Mei 2011 0 komentar

Tazakka – Remember Allah


#When you feel alone
When you have no Strength
You have doubts in your hearts
Troubles around you
Just remember Alloh

When you feel happy
Smile is on your face
You have love around you
The day is so bright
Just remember Alloh

Because without Alloh
You don’t have a guide
Because without Alloh
You don’t have a light

Alloh’s love can make us peace
Alloh’s love can make us strong
So you just remember Alloh
Every day every time
(back to #)

Alloh will be by your side
Alloh, the only guide
No matter what you think
No matter what you feel
Just remember Alloh
Kamis, 05 Mei 2011 0 komentar

Menulis. Why Not ?

Suka baca jadi suka menulis. Awal dari kesukaan membaca, saya pun jadi suka menulis. Sesuatu yang aku baca, menginspirasi diri ini untuk menulis lebih tepatnya menuangkan isi pikiran kedalam benuk tulisan. Berbagi ilmu tidak hanya terbatas dengan guru saja. Kegiatan menulis pun bisa disebut berbagi ilmu dengan para pembaca. Menulis, Why Not ? Tidak salah kita share ilmu lewat menulis dan bisa menjadi pengetahuan bagi Si Kutu buku. Seseorang akan mati, tapi seorang penulis tidak akan pernah mati. Karena tulisan - tulisannya yang masih hidup dalam jiwa seorang pembaca.Alangkah lebih baiknya apa yang kita rasakan dan apa yang kita pikirkan sekarang, kita menuliskannya dalam bentuk tulisan. Dengan begitu pemikiran - pemikiran dan perasaan perasaan kita tidak akan pernah hilang seiring berjalannya waktu tapi akan tetap abadi dalam sebuah tulisan. Seorang tokoh yang kita kagumi itu telah meninggal, tapi jika seorang tokoh tersebut menulis sebuah buku atau coretan - coretan kecil, dia akan tetap abadi di hati para penggemarnya karena lewat tulisan itu mereka mengenangnya.
Menulis berbeda dengan mencatat, menulis itu menuangkan apa yang kita rasakan dan apa yang kita pikirkan dalam bentuk tulisan. Kalau mencatat itu menyalin sebuah tulisan atau sering disebut Copas (copy paste). Zaman dulu orang menulis di batu dan selembar kertas saja. Sekarang di Abad 21 ini teknologi dan informasi semakin pesat, orang bisa menulis dimana saja sesuai keinginan mereak. Sekarang banyak jejaring sosial seperti blog, wordpress, facebook, ataupun twitter dan masih banyak lagi yang lain. Jejaring - jejaring sosial tersebut selain sebagai hiburan disana kita bisa juga share berbagai hal dalam bentuk tulisan, status di facebook juga termasuk salah satu kegiatan menulis yang terbuka dan dibaca semua orang. Nah, Blog yang saya buat ini adalah salah satu tempat tulisan - tulisan saya. Tidak terbatas dengan blog saja masih banyak situs - situs lain yang bisa dijadikan tempat anda menulis unek - unek anda. Mulailah menulis dari tulisan kecil, seperti tulislah komentar dan saran anda di blog saya ini. Mulailah menulis di buku harian/buku diary jika anda belum siap tulisan - tulisan anda di publikasikan. Menulis tidak hanya terbatas pada buku saja, seperti yang saya bilang tadi share tulisan - tulisan anda di internet dan orang lain akan mendapat pengetahuan dari yang kamu tulis. Sayang kan kalau anda berbakat menjadi seorang penulis tapi tulisannya hanya disimpan di lipatan - lipatan kertas. Kisah hidup anda juga bisa jadi sebuah tulisan dalam bentuk novel maupun cerpen. Mulai sekarang tulislah pikiran, perasaan, unek - unek dan inspirasi anda dalam sebuah tulisan. Ternyata, menulis itu menyenagkan lho. Apa buktinya ? hmmm, selain menulis itu menyenangkan banyak orang yang mendapatkan uang ataupun keuntungan dari  tulisannya yang dipajang dan di publish ke internet.
" Tidak ada tulisan yang bagus/buruk yang ada hanya relevan dan menarik untuk yang baca "
Mulai menulis sekarang. !!!
Share our knowledge.
Selasa, 12 April 2011 0 komentar

Ilmu Pengetahuan akan Menjaga Dirimu, sedangkan Harta akan Membuatmu Lelah untuk Menjaganya

Pada zaman dahulu, di kota Basrah (Irak) manusia saling berselisih pendapat tentang manakah yang lebih bermanfaat dan berguna : ilmu pengetahuan atau harta ?
Sebagian orang mengatakan,"Ilmu pengetahuan lebih baik daripada harta." Dan sebagian lagi mengatakan,"tidak, harta lebih baik daripada ilmu pengetahuan."Akhirnya, mereka mendatangi seorang ulama untuk memutuskan masalah itu dan menanyakan pendapatnya tentang hal itu.
Ulama itu berkata,"katakanlah kepada mereka bahwa ilmu pengetahuan lebih baik daripada harta."Akan tetapi, orang bertanya kepadanya mengatakan,"lalu apa yang harus aku katakan jika mereka menanyakan kepadaku tentang dalil dan alasan pendapatmu ini ?"
Ulama itu menjawab,"katakanlah kepada mereka bahwa ilmu pengetahuan adalah warisan para nabi, sedangkan harta adalah warisan fir'aun. Ilmu pengetahuan adalah yang menjadi penjaga bagi dirimu, sedangkan harta kamulah yang harus bertugas menjaganya.
Di atas itu semua, ilmu pengetahuan adalah pemberian dari Allah yang tidak dianugerahkan kecuali kepada orang yang Dia cintai, sebagaimana firman-Nya, "Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu(dalam kekafiran), tentulah kami buatkan bagi orang - orang yang kafir kepada (tuhan) Yang Maha Pemurah loteng - loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga - tangga (perak) yang mereka menaikinya."(Qs. Az - Zukhruf : 33).
Ilmu pengetahuan semakin sering dikeluarkan akan semakin bertambah keberkahannya. Sedangkan harta, semakin banyak dibelanjakan, maka akan semakin berkurang jumlahnya.
Jika pemilik harta telah meninggal dunia, maka kenangan tentang dirinya akan segera hilang. Sedangkan orang yang memiliki ilmu pengetahuan, walaupun dia telah meninggal dunia, tetapi kenangan tentang dirinya akan terus abadi.
Orang yang memiliki harta akan mati, sedangkan orang yang memiliki ilmu pengetahuan tidak akan pernah mati. Orang yang memiliki harta akan ditanya di hari kiamat nanti tentang darimana dia mendapatkan uangnya ? ke mana uang tersebut dia belanjakan ? Sedangkan orang yang memiliki ilmu pengetahuan akan diangkat derajatnya disisi Allah, sebagaimana disebutkan di dalam Al- Qur'an.
. . ."Katakanlah,"Adakah sama orang - orang yang mengetahui dengan orang - orang yang tidak mengetahui ?" . . . (Qs. Az - Zumar : 9)

Sumber : Akhbar No. 4 April 2011
Rabu, 06 April 2011 0 komentar

Change

Kegagalan itu membuatku sadar akan pentingnya sebuah perjuangan, pentingnya menerima dengan ikhlas dan lapang dada akan sesuatu yang telah diputuskan olehnya. Menyadari kesalahan dan apa yang salah pada Diri ini untuk berubah menjadi lebih baik. Membuat Diri ini berpikir untuk menjadi lebih baik. Membuat jiwa ini belajar untuk Ikhlas dan menerima apapun hasilnya setelah kita berusaha, Alloh akan menunjukkan pilihan yang terbaik bagi setiap hambanya yang selalu berusaha dan berdoa padaNya.
Kegagalan itu membawaku ke gerbang pintu kesuksesan. Kegagalan itu menunjukkan kepadaku untuk hidup lebih semangat dan menjauhkan diri dari kemalasan. Membawa arus ke arah pendewasaan diri.
GAGAL, GAGAL, GAGAL, SUKSES . . .

"AKu bisa aku pasti bisa
Ku harus terus berusaha
Ku tak mau berputus asa
Coba terus Coba terus
Aku Pasti Bisa
Kalo pun gagal itu tak mengapa
Setidaknya ku tlah mencoba"

Untaian lirik lagu itu menambah semangat jiwa ini dan terus ingin mencoba melewati rintangan dan tantangan yang ada di depan. Tak peduli apa yang orang lain katakan tentang diriku.
Kini Diriku Optimis untuk maju menuju Masa Depan.
Empat hal yang harus dilakukan
Do'a
Usaha
Ikhtiar
Tawakal

^Good Luck^
Minggu, 27 Maret 2011 0 komentar

Goresan Pujian


Karya Sahabatku : Yuyun Nuryani

Langit yang mendung berlari dari keceriaan
Sepoi angin yang menusuk tubuh karena dinginnya
keramaian kota serta bising kendaraan tetap bersaing
walau hari ini sepoi angin membawa tetesan hujan
menerpa sepi dedaunan melambai – lambai
pada diriku yang duduk bersandar
Pada RumahMu yang sangat Mulia dan
Hari yang tak begitu murung karena hujan
Menunggu mentari pagi dengan niat ku yang lurus
Karena kewajiban yang harus aku geluti
Menitik Qalbu mengorbankan kesabaranku . . . karena
Ilmu yang kudapat laksana bintang fajar . . .
Sinarnya yang tak pernah mengedip selalu terang . . .
Angin bernyanyi dan terus bernyanyi
dengan sepoainnya seolah – olah bersuarakan merdu
Bagai irama mencoba menghibur hari
hari – hari yang begitu berharga
demi keselamatanku dalam persaksiannya
Ku langkahkan kaki dan seluruh tubuhku
Untuk RidloMu yang Mulia . . .

Sabtu, 05 Maret 2011 0 komentar

Cinta Sejati Seorang Ibu Terhadap Anak - anaknya

Wanita itu sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap menyala seperti wanita yang masih muda. Setiap tutur kata yang dikeluarkannya selalu menjadi pendorong dan bualan orang disekitarnya. Maklumlah, ia memang seorang penyair dua zaman, maka tidak kurang pula bercakap dalam bentuk syair. Al-Khansa bin Amru, demikianlah nama wanita itu. Dia merupakan wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan orang Arab. Dia pernah bersyair mengenang kematian saudaranya yang bernama Sakhr :

"Setiap mega terbit, dia mengingatkan aku pada Sakhr, malang. Aku pula masih teringatkan dia setiap mega hilang dii ufuk barat Kalaulah tidak kerana terlalu ramai orang menangis di sampingku ke atas mayat-mayat mereka, nescaya aku bunuh diriku."
Setelah Khansa memeluk Islam, keberanian dan kepandaiannya bersyair telah digunakan untuk menyemarakkan semangat para pejuang Islam. Ia mempunyai empat orang putera yang kesemuanya diajar ilmu bersyair dna dididik berjuang dengan berani. Kemudian puteranya itu telah diserahkan untuk berjuang demi kemenangan dan kepentingan Islam. Khansa telah mengajar anaknya sejak kecil lagi agar jangan takut menghadapi peperangan dan cabaran.

Pada tahun 14 Hijrah, Khalifah Umar Ibnul Khattab menyediakan satu pasukan tempur untuk menentang Farsi. Semua Islam dari berbagai kabilah telah dikerahkan untuk menuju ke medan perang, maka terkumpullah seramai 41,000 orang tentera. Khansa telah mengerahkan keempat-empat puteranya agar ikut mengangkat senjata dalam perang suci itu. Khansa sendiri juga ikut ke medan perang dalam kumpulan pasukan wanita yang bertugas merawat dan menaikkan semangat pejuan tentera Islam.
Dengarlah nasihat Khansa kepada putera-puteranya yang sebentar lagi akan ke medan perang, "Wahai anak-anakku! Kamu telah memilih Islam dengan rela hati. Kemudian kamu berhijrah dengan sukarela pula. Demi Allah, yang tiada tuhan selain Dia, sesungguhnya kamu sekalian adalah putera-putera dari seorang lelaki dan seorang wanita. Aku tidak pernah mengkhianati ayahmu, aku tidak pernah memburuk-burukkan saudara-maramu, aku tidak pernah merendahkan keturuna kamu, dan aku tidak pernah mengubah perhubungan kamu. Kamu telah tahu pahala yang disediakan oleh Allah kepada kaum muslimin dalam memerangi kaum kafir itu. Ketahuilah bahawasaya kampung yang kekal itu lebih baik daripada kampung yang binasa."

Kemudian Khansa membacakan satu ayat dari surah Ali Imran yang bermaksud, "Wahai orang yang beriman! Sabarlah, dan sempurnakanlah kesabaran itu, dan teguhkanlah kedudukan kamu, dan patuhlah kepada Allah, moga-moga menjadi orang yang beruntung." Putera-putera Khansa tertunduk khusyuk mendengar nasihat bonda yang disayanginya.
Seterusnya Khansa berkata, "Jika kalian bangun esok pagi, insya Allah dalam keadaan selamat, maka keluarlah untuk berperang dengan musuh kamu. Gunakanlah semua pengalamanmu dan mohonlah pertolongan dari Allah. Jika kamu melihat api pertempuran semakin hebat dan kamu dikelilingi oleh api peperangan yang sedang bergejolak, masuklah akmu ke dalamnya. Dan dapatkanlah puncanya ketika terjadi perlagaan pertempurannya, semoga kamu akan berjaya mendapat balasan di kampung yang abadi, dan tempat tinggal yang kekal."

Subuh esoknya semua tentera Islam sudah berada di tikar sembahyang masing-masing untuk mengerjakan perintah Allah iaitu solat Subuh, kemudian berdoa moga-moga Allah memberikan mereka kemenangan atau syurga. Kemudian Saad bin Abu Waqas panglima besar Islam telah memberikan arahan agar bersiap-sedia sebaik sahaja semboyan perang berbunyi. Perang satu lawan satu pun bermula dua hari. Pada hari ketiga bermulalah pertempuran besar-besaran. 41,000 orang tentera Islam melawan tentera Farsi yang berjumlah 200,000 orang. Pasukan Islam mendapat tentangan hebat, namun mereka tetap yakin akan pertolongan Allah .

Putera-putera Khansa maju untuk merebut peluang memasuki syurga. Berkat dorongan dan nasihat dari bondanya, mereka tidak sedikit pun berasa takut. Sambil mengibas-ngibaskan pedang, salah seorang dari mereka bersyair,
"Hai saudara-saudaraku! Ibu tua kita yang banyak pengalaman itu, telah memanggil kita semalam dan membekalkan nasihat. Semua mutiara yang keluar dari mulutnya bernas dan berfaedah. Insya Allah akan kita buktikan sedikit masa lagi."
Kemudian ia maju menetak setiap musuh yang datang. Seterusnya disusul pula oleh anak kedua maju dan menentang setiap musuh yang mencabar. Dengan semangat yang berapi-api ia bersyair,

"Demi Allah! Kami tidak akan melanggar nasihat dari ibu tua kami Nasihatnya wajib ditaati dengan ikhlas dan rela hati Segeralah bertempur, segeralah bertarung dan menggempur mush-musuh bersama-sama Sehingga kau lihat keluarga Kaisar musnah."
Anak Khansa yang ketiga pula segera melompat dengan beraninya dan bersyair,
"Sungguh ibu tua kami kuat keazamannya, tetap tegas tidak goncang Beliau telah menggalakkan kita agar bertindak cekap dan berakal cemerlang Itulah nasihat seorang ibu tua yang mengambil berat terhadap anak-anaknya sendiri Mari! Segera memasuki medan tempur dan segeralah untuk mempertahankan diri Dapatkan kemenangan yang bakal membawakegembiraan di dalam hati Atau tempuhlah kematian yang bakal mewarisi kehidupan yang abadi."

Akhir sekali anak keempat menghunus pedang dan melompat menyusul abang-abangnya. Untuk menaikkan semangatnya ia pun bersyair,
"Bukanlah aku putera Khansa', bukanlah aku anak jantan Dan bukanlah pula kerana 'Amru yang pujiannya sudah lama terkenal Kalau aku tidak membuat tentera asing yang berkelompok-kelompok itu terjunam ke jurang bahay, dan musnah mangsa oleh senjataku."
Bergelutlah keempat-empat putera Khansa dengan tekad bulat untuk mendapatkan syurga diiringi oleh doa munajat bondanya yang berada di garis belakang. Pertempuran terus hebat. Tentera Islam pada mulanya kebingungan dan kacau kerana pada mulanya tentera Farsi menggunakan tentera bergajah di barisan hadapan, sementara tentera berjalan kaki berlindung di belakang binatang tahan lasak itu. Namun tentera Islam dapat mencederakan gajah-gajah itu dengan memanah mata dan bahagian-bahagian lainnya. Gajah yang cedera itu marah dengan menghempaskan tuan yang menungganginya, memijak-mijak tentera Farsi yang lannya. Kesempatan ini digunakan oleh pihak Islam untuk memusnahkan mereka. Panglima perang bermahkota Farsi dapat dipenggal kepalanya, akhirnya mereka lari lintang-pukang menyeberangi sungai dan dipanah oleh pasukan Islam hingga air sungai menjadi merah. Pasukan Farsi kalah teruk, dari 200,000 tenteranya hanya sebahagian kecil sahaja yang dapat menyelamatkan diri.

Umat Islam lega. Kini mereka mengumpul dan mengira tentera Islam yang gugur. Ternyata yang beruntung menemui syahid di medan Kadisia itu berjumlah lebih kurang 7,000 orang. Dan daripada 7,000 orang syuhada itu terbujur empat orang adik-beradik Khansa. Seketika itu juga ramailah tentera Islam yang datang menemui Khansa memberitahukan bahawa keempat-empat anaknya telah menemui syahid. Al-Khansa menerima berita itu dengan tenang, gembira dan hati tidak bergoncang. Al-Khansa terus memuji Allah dengan ucapan,

"Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan mereka, dan aku mengahrapkan darii Tuhanku, agar Dia mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekal dengan rahmat-Nya!"
Al-Khansa kembali semula ke Madinah bersama para perajurit yang masih hidup dengan meninggalkan mayat-mayat puteranya di medan pertempuran Kadisia. Dari peristiwa peperanan itu pula wanita penyair ini mendapat gelaran kehormatan 'Ummu syuhada yang ertinya ibu kepada orang-orang yang mati syahid."
(Sumber : Kisah Teladan)
 
;